Presean adalah Budaya Simbol Kejantanan Pemuda Suku Sasak di Pulau Lombok.
Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakan tongkat rotan atau biasa disebut peyalin serta berperisai kulit kerbau tebal dan keras yang biasa di sebut dengan ende.
petarung biasa di sebut dengan pepadu dan wasit pinggir disebut pakembar sedi dan wasit tengah disebut pekembar.
Presean ini bermula hanya upacara adat dari luapan emosi para prajurit jaman kerajaan dulu sehabis mengalahkan lawan di medan perang.
Presean ini sudah di kenal dengan masyrakat sejak lama, Hingga akhirnya dilestarikan sampe sekarang ini menjadi hiburan perayaan yang diadakan setiap Bulan agustus. Presean ini sangat unik ketika di padukan gaya bela diri yang di pragakan oleh para pepadu.
Hanya mengunakan celana/sarung tanpa baju dan sebuah rotan di tangan kanan serta sebuah perisai yang terbuat dari kulit binatang di tangan kiri, dua orang pemuda yang berada di hadapan ratusan penonoton saling mengadu kejantanannya. Sambil menari-nari di iringi dengan music gamelan (music lombok) kedua pepadu saling menghalau lawan dengan penyalen tanpa rasa cemas atau takut. “( dengan lombok uwah aran, anuk sakti.. aneh gamak aneh )”
Uniknya Presean ini para peserta tidak pernah disiapkan, para penonton pun bisa ikut serta mengambil alih menjadi seorang petarung..
Aturan maennya juga tidak mbuat para petarung bngung, hanya tidak boleh memukul bagian bawah perut. Kalau pepadu(petarung) kena kepala sampai bocor berarti dianggap K.O.
pertandingan tidak boleh di lanjutkan lagi kalao pepadu(petarung) mengeluarkan darah. walaupun pepadu tidak mau menyerah..
Hadiah yang di perebutkan tidak seberapa kalao di bandingkan dengan lukanya..
Tapi banyak juga pemuda yang ikut ambil alih dalam pertandingan ini..
Presean ini juga sering di lombakan antar desa, kabupaten bahkan sampai ke nasional…
Presean ini juga pernah diadakan di MALANG TAHUN 2004/2005. bahkan sempat juga di & JOGJA bahkan SEMARANG dan masih banyak lagi.
Presean ini tidak membawa dendam di antara para pepadu di karenakan para pepadu di haruskan bersalaman dan pelukan persahabatan. Tanda tiada dendam dan semua hanyalah permainan.
Mari kita jaga dan kembang kan budaya lombok NTB tercinta ini…
MAJU TERUS Presean LOMBOK dukung BUDAYA Tercinta ini…

Jika anda pergi ke Sembalun dengan mengambil rute
Masbagik-Aikmel-Swela-Pesugulan, anda akan melewati desa ini. Sapit
adalah sebuah desa tradisional yang berada di kecamatan Swela (kurang
lebih 65 km dari kota Selong) dengan dua daya tarik utama berupa
pertanian dan pemandangan pegunungan. Dari desa ini kita juga dapat
melihat dengan jelas Samudera Indonesia dan Selat Alas, kita juga dapat
melihat puncak gunung Rinjani.
Masyarakat desa ini masih bercocok tanam dengan cara tradisional yang
dapat memberikan suasana pedesaan yang klasik dan natural, dan sebelum
sampai di desa ini anda juga dapat menikmati wisata di kolam mata air
Lemor dengan hutan wisata yang indah. Di desa tersedia beberapa
penginapan/pondok wisata/homestay

Gunung Rinjani adalah salah satu dari Gunung berapi yang masih aktif
dengan ketinggian 3726 meter dari permukaan laut. Dari 3 jalur pendakian
yang ada, 2 diantaranya yakni pendakian jalur sembalun dan jalur
selatan berada di Kabupaten Lombok Timur. Daya tarik Gunung rinjani
selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah, ada pula danau
segara anak dan gunung baru jadi. Bahkan pada bulan Juni tahun 2008
lalu, Gunung Rinjani ditetapkan menjadi salah satu taman bumi dunia (Geo
Park).