Nyongkolan adalah iring-iringan pengantin dan pengiringnya menuju tempat pernikahan atau tempat resepsi dalam budaya tradisional suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Biasanya, keesokan atau beberapa hari setelah akad nikah atau bahkan pada hari itu juga, keluarga pihak laki-laki disertai kedua mempelai datang mengunjungi pihak keluarga perempuan yang diiringi oleh kerabat dan handai taulan dengan menggunakan pakaian adat kemudian diiringi gamelan atau “Gendang Beleq/gendang besar”.
Dimana pada hari sabtu atau minggu anda dapat melihat kemacetan seperti dijakarta. Bedanya kemacetan ini terjadi didesa. jalanan bukan riuh dengan klakson mobil atau motor tapi dengan lagu kecimol / iringan pengantin, inilah adat sasak lombok.



